Ditulis oleh : Robby Mamora*
Untuk http://prabuwardhana.wordpress.com
Program talk – show yang ditayangkan stasiun televisi tvOne rabu malam (28/5) kemudian ditayang ulang jumat sore (30/5) sungguh suatu terobosan besar di dunia “Pertalkshowan” televisi nasional yang menyorot isu – isu rawan di bidang sosial - politik dan ekonomi.Program talk-show itu menjadi unik dan menarik untuk diperbincangkan mengingat format pertandingan tinju dijadikan acuan format talk- show dimana mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie berhadapan secara “head to head” dengan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bhatoegana.
Sebagaimana dalam pertandingan tinju ,Kwik dan Sutan Bhatoegana dilepas begitu saja dalam perdebatan saling menyerang dan bertahan ,membahas isu krusial seperti blok cepu,perubahan harga bbm dan bantuan langsung tunai ( blt).Ekspresi wajah Kwik terlihat tegang dan dengan suara lantang meminta Sutan membaca media cetak yang memuat berita tentang siapa yang bertanggung – jawab menaikkan harga bbm saat Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden.Sebaliknya Sutan tidak kalah agresif dan bersikukuh Kwik tetap bertanggung – jawab atas naiknya patokan harga minyak waktu itu dan spontan menggerak – gerakan tangannya ke atas.Sementara lonceng ring difungsikan pula sebagai pertanda dimulai dan berakhirnya pertarungan tinju ( baca :debat ) antar peserta debat .
Pertarungan (baca :perdebatan ) yang menggugah syaraf berpikir itu terlihat lagi ketika Andi Mallarangeng dipertemukan dengan Fadjroel Rachman dengan fokus debat pro – kontra demonstrasi mahasiswa, rabu (4/6).Disertai hujan interupsi dari pendukung ke dua kubu,wajah Andi terlihat tegang (jarang terjadi dalam acara talk show lain ) sedangkan Fadjroel berdiri dari kursinya seolah memberi tanda “tidak takut”. Debat antara Kwik dan Sutan Bhatoegana serta Andi Mallarangeng vs Fadjroel Rachman adalah penayangan ke dua dan ke tiga program talk – show tvOne yang diberi nama “Debat “.Dua pekan sebelumnya dipertandingkan wakil partai Golkar vs PDIP.
Hemat penulis,yang pernah menangani program talk- show selama hampir 17 tahun di salah satu tv swasta nasional,keberanian pengelola stasiun tv tersebut di atas dan kejelian melihat peluang pasar dalam menciptakan format talk – show tinju merupakan dimulainya babak baru wajah talk show tv berfokus isu sosial – politik dan ekonomi di tanah air.Hal semacam itu hanya bisa terjadi dalam sebuah program talk – show yang tidak berstruktur /terskenariokan disamping aspek kreatif pengelola program dan kemampuan mengatasi resiko ,baik internal ( pemilik modal ) maupun eksternal ( publik ).
Hal lain yang menyebabkan dia menarik diperbincangkan adalah ke depan “talk show tinju”dapat dijadikan solusi alternatif terhadap rekruitmen elit politik yang mumpuni di pusat maupun di daerah. Melalui format talk –show tinju itu ( penulis sebut demikian karena pengunaan lonceng ring tinju serta sifat perdebatan )warga masyarakat bisa melihat secara telanjang kualitas frame of reference and field of experiences ( kerangka berpikir dan kerangka pengalaman ) peserta debat /calon pemimpin,disamping etika kepribadian dan aspek kematangan ( muture ).Bisa terjadi demikian karena bersifat spontan, tidak berstruktur.Dia juga sekaligus dapat menjawab kekhawatiran yang tersirat dalam laporan berita sejumlah media cetak di pusat maupun daerah mengenai fenomena artis hiburan menduduki jabatan di pemerintahan atau sebaliknya elit politik busuk memanfaatkan unsur popularitas sesaat dalam dunia keartisan. Lanjutkan membaca ‘TALK SHOW TINJU tvOne’





Komentar Terakhir