Jadi Kuli Si Juragan Besar Atau Juragan Kecil Yang Punya Kuli?

Lebih dari setengah abad kemerdekaan Indonesia dideklarasikan. Namun bangsa ini selalu saja tidak bisa lepas dari penjajahan bangsa-bangsa kapitalis. Lihat saja, perusahaan-perusahaan multinasional milik negara-negara kapitalis semakin kuat mencengkramkan cakarnya di bumi nusantara ini.
Jamrud khatulistiwa di bumi persada ini tak lagi dinikmati bangsanya sendiri. Negara agraris ini harus mengimpor beras dari bangsa lain, negara penghasil minyak ini pun harus mengimpor minyak dari bangsa lain.

Mentalitas bangsa Indonesia yang cenderung pragmatis mungkin menjadi penyebab semua malapetaka ini. Kalau dirunut sejarahnya pada masa penjajahan, sebagian dari bangsa ini lebih memilih menjadi kaki tangan penjajah dan menindas rakyatnya sendiri demi keselamatan, keamanan, dan kemakmuran pribadi. Yang terjadi sekarang sebenarnya juga tidak terlalu jauh berbeda. Sebagian dari bangsa ini lebih memilih menjadi buruh (pegawai) si Juragan Besar (negara-negara kapitalis) tanpa menyadari efek jangka panjangnya karena upah yang ditawarkan oleh si Juragan Besar memang tidak tanggung-tanggung (kalau dilihat dari standar gaji yang berlaku di Indonesia). Tapi apa kita pernah sadar bahwa selama kita bekerja untuk mereka, kita turut andil dalam misi penjajahan kapitalisme mereka? Mungkin selama tiga tahun bekerja dengan mereka, kita telah andil mengangkut jutaan ton sumber daya alam kita keluar dari Nusantara ini.
Tampaknya kini nasionalisme hanya sekedar slogan-slogan belaka. Pakaian yang dipakai masih berwarna merah dan putih. Namun ternyata hanya sekedar menjadi decoy yang mengelabui bangsa sendiri. Ditanya mengenai nasionalisme, sebagaian dari kita malah berdalih, “Kalau anda memang nasionalis, apa anda bersedia jadi PNS?“. Apakah Nasionalisme = PNS??? Nasionalisme tidak hanya ditunjukkan dengan menjadi PNS, namun setidaknya bisa juga ditunjukkan dengan menjadi karyawan swasta di perusahaan “Pribumi”.
Nah, penjajahan kapitalisme ini tidak akan berhenti sampai bangsa ini benar-benar tersadar. Lebih baik menjadi juragan kecil yang memiliki buruh daripada menjadi buruh si juragan besar. Beberapa perusahaan swasta nasional berskala multinasional sudah mulai berdiri, kapan giliran kita?

1 Tanggapan ke “Jadi Kuli Si Juragan Besar Atau Juragan Kecil Yang Punya Kuli?”



  1. 1 Jadi Kuli Si Juragan Besar Atau Juragan Kecil Yang Punya Kuli? « Ruang TN 7 Lacak balik pada Februari 7, 2008 pukul 5:42 pm

Tinggalkan Balasan




Hikayat Diri

Aku hanyalah manusia biasa yang hidup dalam kegelapan dunia. Memimpikan sebuah ketenangan yang indah. kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang. Karakterku juga nggak jauh beda sama kebanyakan orang, tapi aq mempunyai personality sendiri yang kadang menyenangkan tapi juga nggak jarang menyebalkan. Me??? Cuex abis (kadang-kadang Kebablasan), penuh kasih sayang tapi juga nggak jarang marah-marah, egoiss… nnggak juga sih tapi kadang-kadang sifat egoisku bisa aja muncul, Suka menolong apalagi kalo ditolong, jadi beginilah aku apa adanya! Harap menerima dengan hati Ikhlas, lapang dada, dan legowo.

Kalender

Januari 2008
R K J S M S S
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Statistik

  • 34,195 hits

Page Rank

Search Engine Optimization