mendapatkan karir yang lebih baik

Ingin Mendapatkan Karir Yang Lebih Baik? Kamu bisa lupakan IPK Jika Melakukan 3 Poin Ini!

Mari kita akui saja…

Seperti saya, mungkin kamu bukanlah manusia super yang sanggup mendekorasi transkrip nilai Anda dengan mayoritas nilai A.

Mungkin Kamu sudah berusaha keras, belajar siang-malam. Tapi, seperti biasa, apa yang Kamu pelajari tidak juga bisa Kamu pahami.

Saya pun dulu begitu.

Hafalan saya lemah. Jadi, dulu saya selalu kesusahan setiap kali harus menghafal definisi sosiologi menurut ini… menurut itu… Haaaa… lha menurut mbahmu?!

Saya dulunya sama sekali bukan termasuk siswa atau mahasiswa berprestasi yang profilnya sering diulas di berbagai media. Prestasi terhebat saya adalah rangking 3 selama 3 catur wulan berturut-turut waktu SD kelas 6 dulu. Sebelum dan setelah itu ya… Bhaayy!

Continue reading

Curiosity and The Problem of Research in Indonesia

It was November 16th, 2011 when The National Aeronautics and Space Administration (NASA) launched their Mars expedition, called Curiosity.  Travelled 350 million miles away from the earth, Curiosity’s assignment is to “investigate whether conditions have been favorable for microbial life and for preserving clues in the rocks about possible past life.”

Around US$2.5 billion (equal to IDR 25 trillion) have been spent for the mission. It was only a chunk of spending over a period of eight years mission including the cost over the next 23 months while Curiosity is exploring Mars. Now, we must be wondering, why did they spend such an unreasonable spending?  NASA states: “The ancillary benefits of the space program (are) its ability to stimulate the economy; its applications to the solutions of earthbound problems; its contributions to international cooperation; and its creation of tens of thousands of jobs for our highly skilled scientists, engineers and technicians.”

nasa-4

Continue reading

Ahh..Toh Aku Bakal Dikasihani..

Beberapa waktu lalu ada keluhan seorang perempuan yang diposting di media sosial karena diminta memberikan tempat duduknya untuk seorang ibu hamil di kendaraan umum. Siapa sangka, keluhannya tersebut dengan cepat menyebar bak api yang menyambar belukar di ladang yang kering. Beragam reaksi diterima perempuan bernama Dinda tersebut yang tentunya mayoritas berisi kecaman dan sumpah serapah kepada dirinya.

1094290_20140416053255Keluhan Dinda di media sosial Path

Setelah mengetahui keluhannya terhadap ibu hamil tersebut menyebar luas dengan liar di media sosial, lantas Dinda mengeluarkan pembelaannya dengan menekankan bahwa untuk mendapatkan tempat duduk, dia rela untuk berangkat jam 5 pagi. Dia mengeluh karena dengan pengorbanan yang dia lakukan tetap saja dia harus menyerahkan tempat duduknya untuk si Ibu hamil tadi, sehingga dia merasa enggan untuk memberikannya begitu saja. Lalu dia menyarankan kepada orang-orang yang mencaci-maki dia untuk ikut merasakan pengorbanan yang dia lakukan setiap hari. Sayang, tidak ada penjelasan mengenai tempat duduk yang dimaksud, apakah itu common seat atau priority seat. Menurut saya, pembelaan ini tidak bisa dibenarkan atau disalahkan begitu saja tanpa melihat duduk perkara yang sesungguhnya.

Continue reading

Islam Ritual

Sudah lama saya memendam keinginan untuk menuliskan uneg-uneg tentang  fenomena Islam ritual. Sejauh ini, saya hanya mengutarakannya melalui diskusi-diskusi ringan di warung kopi dengan sahabat maupun diskusi santai di atas kasur dengan keluarga di rumah. Sampai akhirnya timbul lah keinginan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Terus terang isu ini, bagi saya, sangat menggelitik dan menarik. Mungkin, bisa juga dibilang bikin gregetan yang sampai harus menggertakkan gigi sambil mengepalkan kedua tangan keras-keras sembari mengucapkan “Rrrrrr!!”.

Saya punya definisi sendiri mengenai Islam ritual, walaupun sebenarnya Islam ritual sendiri adalah istilah saya untuk mendefinisikan secara singkat sebuah fenomena di kalangan pemeluk islam. Ritual, menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hal-hal yang berkenaan dengan ritus. Sementara ritus sendiri mempunyai arti tata cara dalam upacara keagamaan. Di dalam Islam, hal-hal ritual mencakup shalat, tadarus Al-Qur’an, zakat, haji, umroh, dll.

Lalu apa yang salah dari ritual-ritual dalam Islam tadi? Bukannya kita emang dituntut dan diwajibkan untuk menjalankan ritual-ritual tadi karena disamping itu merupakan perintah Allah, kita juga akan mendapatkan pahala yang besar darinya? Tidak! Dan sekali lagi tidak ada yang salah ketika kita mengerjakan ritual-ritual tersebut. Yang menjadi masalah adalah ketika kita menjalankan ritual-ritual tersebut hanya sebatas ritual. Mengerti maksud saya?

Continue reading

Bhineka Tunggal Ika, katanya…

bhineka_tunggal_ika_by_planktoncreative-d4x1zll

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda sekolah pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda kampung pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda dukung klub bola pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda partai pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda suku pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda aliran agama pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya beda agama pun saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Nyatanya apapun yang beda berpotensi saling serang.

Bhineka Tunggal Ika, katanya…

gambar oleh : http://planktoncreative.deviantart.com

Tentang Oleh-Oleh

Gift

Pagi ini ketika saya menengok Time Line Twitter, saya mebaca tweet seorang teman yang hobi traveling.

Sebagai traveler yang sering bepergian keliling tempat-tempat baru ataupun orang yang tinggal di luar daerah atau negeri biasanya akan sangat familiar mendengar kata-kata, “Jangan lupa oleh-oleh yaa!” atau “Eh, kalau balik aku titip A, B, C, D, dan E donk, please!” atau kata-kata sejenis.

Continue reading

Being Glad Is Different as Being Happy

I don’t really know what is now passing trough on my mind this afternoon. After having conversation with my Mom last night, I just want to write about this as my self-reminder. We were talking quite much in our 3 hours conversation (Thanks to LINE developers and Internet inventors who made my communication with my family much easier and indeed CHEAP! lol).

As my decision to quit the company and leave Japan next year, we were talking a bit (or maybe a lot) about my future plan and life.  I told my mom that I want to focus on my own business, regardless the money which I will earn. I told her that I want to take my Master degree in Business Administration as well. Then the conversation started, she gave me a lot of advice and encouragement as well.

Continue reading

Yuk Bersedekah! Tapi…

yuk_sedekah_by_andry_wasabi-d4uautwPertama, ini adalah tulisan pertama saya yang bersinggungan dengan masalah agama. Tulisan ini pun lumayan panjang. Sebenarnya saya enggan membahas masalah seperti ini di forum umum, namun karena merasa terdorong dan sedikit risih dengan fenomena yang beredar di masyarakat, akhirnya saya memberanikan diri untuk sedikit menyampaikan pandangan saya berdasarkan apa yang saya dapatkan melalui diskusi-diskusi panjang serta beberapa kajian.

Kali ini saya ingin mencoba membahas mengenai fenomena sedekah yang semakin menguat di masyarakat. Fenomena ini mencuat dengan begitu hebatnya ketika seorang ustadz memperkenalkan dahsyatnya efek dari sedekah. Kemudian, beberapa pembicara public pun mulai memperkuat testimoni tersebut sehingga muncul lah berbagai buku tentang kehebatan sedekah. Mari kita mulai!

PENTINGNYA NIAT DAN ITTIBA’ (MENGIKUTI) RASULULLAH SAW

Semua amal, betapapun kecilnya, akan dihadapkan pada dua pertanyaan; yang pertama adalah “Apa niatnya?” lalu yang kedua adalah “Apa dalil atau tuntunan syariatnya?”

Pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang alasan, dorongan, dan sebab dari perbuatan tersebut, apakah ia disebabkan oleh alasan-alasan dan tujuan duniawi; seperti keinginan untuk mendapatkan pujian dari manusia, takut dengan hinaan manusia, mengharapkan sesuatu yang sangat didambakan, menghindari marabahaya yang bersifat duniawi, ataukah kita melakukan perbuatan itu karena kewajiban ubudiyah (pengabdian), mencari cinta, ridho, dan kedekatan diri kepada Allah SWT serta menjadikannya sebagai wasilah (perantara) kepada-Nya? Jadi dengan kata lain, apakah kita melakukannya karena Allah atau karena keinginan hawa nafsu kita?

Lalu pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang mengikuti sunnah dari Rasulullah SAW dalam ibadah, apakah perbuatan kita itu termasuk tuntunan dari Rasulullah SAW atau bukan?

Jadi pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan dan pertanyaan kedua adalah tentang mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Bersedekah/infaq, sebagaimana amalan lain, harus memperhatikan kedua hal tersebut agar amalan kita jangan sampai menjadi sia-sia tanpa kita pernah menyadarinya.

Continue reading

Sanja Matsuri di Asakusa, Tokyo

Kira-kira dua minggu yang lalu untuk kesekian kalinya saya menghabiskan akhir pekan di Tokyo. Beberapa kali mengunjungi Tokyo, kali ini menurut saya adalah yang paling berkesan. Karena apa? Banyak..hehehe..

Waktu itu saya berangkat dari tempat saya tinggal di Tsubame Niigata hari Jum’at sore tepat sepulang kerja. Saya berangkat menggunakan Shinkansen jam 19.00 dari stasiun Tsubame-Sanjo dan cukup kurang dari 2 jam saya sudah sampai di Stasiun Tokyo. Kalau saya memilih menggunakan Bis, biasanya memakan waktu yang jauh lebih lama yaitu 5-6 jam, begitu pula bila menggunakan mobil yang memakan waktu sekitar 4-5 jam. Memang, menggunakan jasa Shinkasen tidak murah, tapi saya selalu berpikir masalah waktu. Saya termasuk yang tidak bisa menikmati perjalanan yang terlalu lama.

Sesampainya di Stasiun Tokyo, saya masih harus melanjutkan perjalanan menggunakan kereta komuter Yamanote ke Stasiun Shimbashi lalu pindah menggunakan monorel Yurikamome ke Apato teman saya di Odaiba.

Besoknya kami bertiga, saya, Ari, dan tunangannya langsung menuju Asakusa. Ya, maksud saya datang ke Tokyo kali ini salah satunya adalah untuk melihat festival terbesar di Tokyo ini, Sanja Matsuri. Dari Odaiba kami menuju meeting point dengan teman-teman yang lain di Stasiun Uguisudani. Di sana kami bertemu dua orang teman Jepang kami Mine dan Kazutaka serta satu orang teman asal Ceko, Antonin. Dari sana kami meluncur ke Apatonya Mine dan mengganti pakaian kami dengan Yukata. Di Apatonya Mine, satu orang lagi bergabung, Daiki, dan akhirnya kami meluncur ke Kuil Asakusa untuk menyaksikan festival tersebut.

Continue reading

Etika Kepribadian VS Etika Karakter

Akhir-akhir ini saya sedang membaca sebuah buku berjudul “The 7 Habits of Highly Effective People” yang ditulis oleh Steven R. Covey.  Ya, cukup telat memang ketika baru sekarang membaca salah satu buku terlaris di dunia ini. Tapi, tiada kata terlambat,bukan? Ketika saya membaca sebuah Bab dalam buku tersebut yang menyinggung tentang “Etika kepripadian dan Etika karakter”, saya berhenti sejenak. Menurut saya, bagian tersebut cukup mengejutkan.

Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa banyak literatur-literatur tentang kesuksesan dalam 50 tahun terakhir (kalau tidak salah, buku tersebut ditulis tahun 2004) terlalu dangkal. Literatur-literatur tersebut diisi dengan kesadaran pencitraan social, teknik, dan cara cepat sebagai “perban sosial” dan aspirin yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah akut dan bahkan kadangkali terlihat sebagai pemecah masalah yang bersifat sementara, namun  membiarkan pokok-pokok masalah yang kronis tidak tersentuh lalu kemudian menjadi bernanah  dan bisa kambuh sewaktu-waktu.

Continue reading