Pandangan orang Jepang mengenai waktu

Banyak wisatawan asing yang terkejut ketika mengetahui bahwa jadwal kereta di Jepang semuanya dioperasikan tepat waktu. Memang kebanyakan orang Jepang lebih suka segala sesuatunya berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh produsen jam terkemuka, dalam pertanyaan “berapa menit keterlambatan kereta yang membuat Anda uring-uringan?”, sekitar 50% responden menjawab “maksimal lima menit”.

Ketika ada janji untuk bertemu, etikanya adalah tiba lima menit sebelum waktu perjanjian. Tak jarang orang yang tiba tepat waktu pun, malah menjadi orang terakhir yang tiba di tempat perjanjian. Apalagi dalam urusan pekerjaan, kita dapat kehilangan kepercayaan apabila kita datang terlambat. Oleh karena itu, apabila ada kemungkinan terlambat, etikanya adalah segera memberitahukan sebelumnya melalui telepon. Ingatlah, kebanyakan orang Jepang akan menjadi uring-uringan apabila ada keterlambatan, meski hanya lima menit saja.

Pernah suatu waktu ketika saya ditugaskan di Okayama, kami menginap di sebuah hotel. Malam harinya kami sepakat untuk bertemu di lobby hotel esok harinya pukul 08.00. Keesokannya, saya turun ke lobby hotel pukul 08.05 atau terlambat 5 menit. Teman kantor saya langsung bertanya pada saya, “Kemaren kita janjian jam berapa?”. Saya jawab, “Jam 08.00”. Kemudian dia melanjutkan, “Sekarang jam berapa?”. Saya jawab lagi sekaligus meminta maaf, “Jam 08.05, maaf saya terlambat..hontoni sumimasen :(“.

One thought on “Pandangan orang Jepang mengenai waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s