Tips Membuat Rancangan Anggaran Event

Sebelum menjalankan sebuah event, sebuah rancangan anggaran menjadi sangat penting untuk mengetahui seberapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan event yang telah kita rencanakan. Kami dulu biasa menyebutnya RAB (Rancangan Anggaran Biaya) atau Mata Anggaran.

Penyusunan RAB/Mata Anggaran menjadi bagian yang amat sangat signifikan. Kesalahan dalam penyusunan anggaran bisa berakibat fatal. Karena selain untuk mengetahui seberapa banyak biaya yang kita perlukan, RAB juga dapat kita gunakan sebagai patokan dalam mengontrol aliran kas yang keluar untuk pembiayaan event kita.

Dalam tulisan ini, saya ingin membagikan beberapa tips tentang bagaimana cara menyusun sebuah RAB/Mata Anggaran yang baik dan benar.

1. Break down konsep event yang telah kita buat. Hal ini nantinya akan mempengaruhi penentuan lokasi gedung, dekorasi event, bintang tamu dan perlengkapan-perlengkapan pendukung lain yang sesuai dengan konsep event yang telah kita kembangkan.

2. Survey harga supplier dan vendor. Survey harga semua kebutuhan event kita mulai dari perlengkapan terkecil seperti alat tulis sampai kebutuhan yang paling besar seperti publikasi. Pastikan harga yang kita dapat adalah harga pasti dan bukan hasil dari kira-kira atau awang-awang. Masalah pemilihan supplier atau vendor, itu kebijakan masing-masing.

3. Survey prosedur perijinan dan biaya keamanan. Perlu kita perhatikan skala event  yang akan kita jalankan apakah itu event lokal atau event nasional serta perkiraan jumlah keramaian yang akan ditimbulkan sebagai efek dari event kita. Tingkat perijinan keamanan di kepolisian pun berbeda, untuk event nasional dengan mobilisasi massa tinggi biasanya perijinan harus sampai ke Polda, namun untuk skala lokal dengan mobilisasi massa rendah perijinan sampai Polres pun dimungkinkan. Dan tentunya biaya perijinan akan menjadi berbeda.

4. Survey prosedur perijinan dan biaya Publikasi. Untuk perijinan publikasi dapat diurus di pemkot/pemkab, bagian yang mengurusi tergantung dari pemkot/pemkab masing-masing daerah. Minta daftar biaya pajak masing-masing titik dengan detail. Dalam penyusunan anggaran, daftar biaya pajak bisa kita cantumkan secara detail sesuai dengan titik yang kita pasang atau merata-ratakan biaya pajak dan kemudian digabungkan dengan biaya pembuatan dan pemasangan item publikasi. Misal, biaya untuk satu buah spanduk adalah Rp. 200.000,00 di dapat dari biaya rata-rata pajak Rp. 100.000,00; biaya pemasangan Rp. 10.000,00; dan biaya produksi Rp. 90.000,00.

5. Survey prosedur perijinan dan pajak hiburan (Ticketing). Perijinan biasanya dilakukan di Dispenda, besaran biaya pajak hiburan adalah 10%. Pajak hiburan sebenarnya tidak perlu di masukkan ke RAB/Mata Anggaran. Tapi bisa dijadikan patokan berapa pengeluaran pajak yang harus kita bayarkan apabila tiket kita terjual sekian dari total tiket atau habis terjual.

6. Buat RAB/Mata Anggaran cadangan. Dalam prakteknya, kadang-kadang rencana kita tidak berjalan mulus. Kita harus mengantisipasinya dengan membuat beberapa RAB/Mata Anggaran cadangan. Berapa banyak? itu tergantung antisipasinya. Tapi, saya sarankan buat lebih dari dua RAB/Mata Anggaran. Satu RAB/Mata Anggaran utama, dan yang lainnya adalah RAB/Mata Anggaran cadangan. Nampaknya sepele, tapi ini akan sangat berguna pada saat pendapatan event kita di luar ekspektasi kita.

Demikian tips membuat rancangan anggaran event. Untuk contoh RAB/Mata Anggaran, bisa didownload di sini:  Mata Anggaran

4 thoughts on “Tips Membuat Rancangan Anggaran Event

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s