STOP Pengiriman TKW ke Luar Negeri!

STOP TKW

Miris! Begitulah ungkapan yang bisa saya ungkapkan ketika membaca dan mendengar tentang nasib dan kehidupan para Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri, terutama di Arab Saudi. Ratusan TKW kini menunggu eksekusi hukuman dari pemerintah Arab Saudi. Bahkan, beberapa diantaranya sudah dieksekusi mati dengan hukuman pancung sekali tebas seperti yang dialami Ruyati pada Juni 2011 dengan dakwaan telah membunuh majikannya.

Di tahun yang sama, ada TKW bernama Darsem yang juga terancam hukuman pancung karena didakwa membunuh. Tapi nasib berkata lain, karena dukungan masyarakat dan rasa nasionalisme kebangsaan yang begitu tinggi, Darsem lolos dari algojo hukum pancung di Arab Saudi. Bahkan, dengan uang 1,2 Milyar hasil sumbangan masyarakat, Darsem bisa hidup mewah bergelimang harta.

Tahun 2014, lagi-lagi kita dikejutkan oleh berita mengenai seorang TKW bernama Satinah. Dakwaannya sama, pembunuhan. Celakanya, kali ini keluarga korban menuntut Diyat yang sangat tinggi, 21 Milyar! Meskipun pihak Kemenlu berusaha untuk menawar Diyat sampai 12 Milyar, namun keluarga korban tetap ngotot meminta diyat sebesar 21 Milyar dengan tenggat waktu.

Sebenarnya tahun lalu, 2013, ada lagi peristiwa mengejutkan yang lagi-lagi melibatkan TKW asal Indonesia. Korbannya adalah balita bernama Tala Al-Shehri. Wanita ini dengan teganya menggorok leher Tala hinggi hampir putus. Simak wawancaranya di tautan di bawah ini (Transkrip dan terjemahan pada bagian description),

Ada artikel menarik yang berisi kerisauan seorang WNI yang bersuamikan seorang WN Arab Saudi, membacanya membuat saya tertegun sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala. Mengapa? Dulu saya pernah berdiskusi dengan seorang kawan yang tinggal di Jeddah, Arab Saudi, ketika terjadi kerusuhan di KBRI Jeddah yang melibatkan para TKI/TKW overstayed. Dia waktu itu sangat gregetan karena apa yang diberitakan di Indonesia sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di lapangan. Dia bercerita panjang lebar mengenai kehidupan dan tabiat para TKW di Arab Saudi sana, saya hanya bisa tertegun.

Artikel tadi saya share di laman Facebook saya dan meminta pencerahan dari kawan saya tadi, berikut tanggapannya :

Sebenarnya cerita ini sudah saya jelaskan ke pak bos saya yaitu beliau bos besar Dian Nandi Wardhana
Benar tidaknya berita tersebut saya boleh bilang dengan jujur tanpa ada tendensi untuk merendahkan bangsa Indonesia disini bahwa berita itu benar ad
anya…

Ada beberapa tambahan mengenai kehidupan TKW disini,, saya mencoba memberikan contoh SANGAT KECILtentang sekelumit yang bikin miris tentang mayoritas TKW yang disini, dimana saya akan ajak anda sendiri yang seolah2 menjadi majikannya…

Jika anda punya PRT, dimana beliau hanya bisa mengerti bahasa daerahnya saja, tidak bisa membaca dan menulis, dan hanya bisa memasak masakan daerahnya saja. Tetapi anda telah membayar mahal (minimal 30-50juta tergantung agensinya) kepada agensi yang menyalurkan PRT itu sendiri juga dokumen yang berbelit2 dan kontrak yang yang sangat rumit, apa yang akan anda lakukan?

Okelah kemudian anda mau mengajarinya di awal2, kemudian PRT itu merasa ga betah karena budaya yang ada di keluarga anda berbeda dengan budaya beliau dan juga beliau sering kesepian karena ga bisa ngobrol dengan teman sedaerahnya. Belum lagi homesick ingin pulang ke daerahnya dan anda harus menyiapkan uang tiket pp dengan uang bekal nya kalau PRT itu mau pulang ke daerahnya (minimal 15-30juta).

Okelah anda kasih weekend ke PRT anda untuk bisa berlibur, agar bisa berlibur dengan teman2 sedaerahnya, mereka pasti akan berbicara mengenai gaji dan majikan mereka masing2. Dan tentunya ada rasa iri akan gaji dan majikannya itu sendiri. 

Nah ketika itu si PRT merasa semakin tidak nyaman, karena beliau merasa anda tidak memberikan gaji yang sebesar PRT yang lain dan juga anda dirasa tidak sebaik majikan yang lain. Maka apa yang akan anda lakukan? Mengembalikan ke agensi nya? Tentunya anda sangat butuh dengan adanya pembantu ini, kalopun anda ingin mengembalikan dan mengganti dengan yang baru maka anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit (minimal 30-50juta tergantung agensinya). Tentunya anda akan berpikir ulang untuk komplain dan ganti PRT lainnya.

Oke anda merasa kekeuh bahwa anda memenuhi sesuai hak nya dan merasa wajar memanusiakannya, tapi ketika PRT itu masih merasa ga nyaman karena cerita2 tersebut, maka ada 3 kemungkinan yang akan dilakukan oleh PRT itu sendiri.
1. Kabur dari tempat tinggal anda dan menjadi WN ilegal
2. Membuat gara2 dengan anda atau keluarga anda (kriminal, pembunuhan, pencurian, dsb)
3. Bersabar menerima keputusan anda (ini paling kecil prosentasinya)

So ini contoh sangat kecil dari kehidupan TKW yang ada di Arab terutama di Arab Saudi terutama di Jeddah, dimana di Jeddah sendiri +- 50% TKI di Arab Saudi (yang tercatat oleh KBRI) ada di Jeddah, 70% nya adalah TKW domestic labor (PRT). Dan 95% dari PRT itu tidak bisa menulis dan membaca. (Semua data ini adalah data yang tercatat oleh KBRI, prosentase yang tercatat hanya 30% saja).

Pendapat dari saya adalah majikan dan pembantu semuanya itu manusia. Tidak ada yang sempurna.
So mari dukung untuk menghentikan pengiriman TKW domestic labor (PRT) ke luar negeri.

FOR THE SAKE OF OUR NATIONAL DIGNITY, STOP SENDING DOMESTIC LABORS ABROAD!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s